Sabtu, Februari 21, 2009

Flavonol - Mencegah Kanker Pankreas

Penelitian mengenai pola makan 183.518 warga California dan Hawaii telah memperlihatkan bukti bahwa makanan yang mengandung banyak flavonol mungkin membantu mencegah kanker pankreas.

Flavonol bisa ditemukan di dalam makanan nabati. Bawang, apel, buah berry, sayur hijau, dan broccoli memiliki kandungan flavonol paling tinggi.

Dari peneltian di sana selama rata-rata 8 tahun 529 orang terserang kanker pankreas. Orang yang makan makanan dengan kandungan flavonol terbanyak dalam makanan mereka, yang diukur dengan "daftar pertanyaan apa yang sering mereka makan", memiliki resiko 23% lebih rendah terserang kanker pankreas dibandingkan dengan orang dengan tingkat flavonol paling rendah, kata Dr. Ute Nthlings dari German Institute of Human Nutrition Postdam-Rehbruecke pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research di Los Angeles.

Dalam hal ini perokok meraih manfaat terbanyak. Kondisi tersebut diduga karena mereka sudah menghadapi resiko tinggi untuk terserang kanker pankreas. Perokok yang mengkonsumsi paling banyak flavonol menghadapi resiko yang berkurang untuk terserang kanker kelenjar pankreas sampai 59%, dibandingkan dengan perokok yang mengkonsumsi paling sedikit flavonol.

Merokok saat ini merupakan satu-satunya faktor resiko bagi penyakit ini. "Berhenti merokok jangka-pendek dan terus-menerus memperlihatkan faktor gaya hidup, mungkin membantu melindungi orang dari kanker mematikan ini", kata Nthlings dalam suatu pernyataan.

Di antara ketiga flavonol individu yang dikaji (kaempferol, quercetin dan myricetin). Kaempferol, yang berlimpah di dalam bayam dan sebagian kubis, berkaitan dengan pengurangan resiko terbesar (22%) di antara semua subjek yang diteliti.

Pada semua tingkat konsumsi, total konsumsi flavonol seperti quercetin yang paling banyak terdapat pada bawang dan myricetin yang terdapat dalam buah berry, berhubungan dengan kecenderungan yang secara statistik penting ke arah berkurangnya resiko kanker pankreas di kalangan perokok saat ini, tapi tidak di kalangan mantan perokok atau mereka yang tak pernah merokok.

Studi itu tidak menyelidiki mekanisme biologi bagaimana flavonol mungkin melindungi manusia dari kanker kelenjar pankreas. Namun, dampak anti-kanker dari bahan tersebut, pada umumnya, telah berpangkal dari kemampuannya untuk menghalangi pertumbuhan sel dan oxidative stress, dan memasukkan enzim detoxifikasi serta kematian sel yang terprogram.

Dalam kesimpulannya, Nthlings mengatakan, "Temuan penting tersebut ialah mengkonsumsi banyak flavonol mungkin membantu mengurangi resiko kanker pankreas, terutama di kalangan perokok. Oleh karena itu, studi ini menggaris-bawahi rekomendasi saat ini mengenai konsumsi makanan yang berdasarkan nabati, kendati temuan tersebut masih harus dikonfirmasi dalam studi lain untuk menghasilkan kesimpulan yang tegas."


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar