Get paid To Promote at any Location

Selasa, September 29, 2009

Brad Pitt Mau Bikin Bandara Pribadi

Takut anak-anaknya merasa terganggu oleh para fans dan fotografer yang kadang kelewatan pasangan Brad Pitt dan Angelina Jolie berencana membuat bandara pribadi di dekat rumah mereka yang di Perancis. Ditambah lagi dengan ijin menerbangkan pesawat yang segera dikantongi Angelina, ide privacy ini sepertinya memang pas.


Beberapa waktu yang lalu pasangan yang sering jadi sorotan media ini mengaku betah tinggal di Perancis karena mereka tak harus terlalu hati-hati karena jarang ada paparazzi di negeri ini. Namun kendala yang masih mereka hadapi adalah saat mereka baru datang atau akan kembali ke Amerika. Di bandara, mereka masih jadi incaran para juru foto dan fans dan ini membuat pasangan dengan enam anak ini merasa risih.


Menurut ContactMusic,
Brad dan Angelina lantas terpikir untuk membangun bandara pribadi di dekat rumah mereka agar mereka bisa bolak-balik Amerika - Perancis tanpa ketahuan siapa pun. "Ditambah izin menerbangkan pesawat yang akan segera dikantongi Angelina, bandara pribadi ini akan jadi privacy total buat mereka," ungkap seorang sumber seperti dikutip dari ContactMusic.

(KapanLagi.com)

Sabtu, September 26, 2009

Worm "Koobface" Terbaru Serang Twitter

Sebuah varian baru dari worm Koobface yang pertama kali terdeteksi tahun lalu, ternyata masih berkeliaran di Internet. Versi baru Koobface ini merupakan versi baru dari worm yang menggunakan media penyebaran melalui situs micro-blogging Twitter, dengan mengirimkan tweet ke user dari komputer yang terinfeksi untuk mempromosikan sebuah link website. Link tersebut kemudian mengarahkan user ke halaman Facebook dimana user akan didorong untuk men-download update Flash yang mengandung virus.

Menurut Kaspersky Labs, Stefan Tanase, minggu ini sedang ramainya orang mencari cara untuk Twitter, untuk menggunakan API Google Safebrowsing guna memblokir tweet yang mengandung URL ‘jahat’. Tanase menambahkan bahwa worm Koobface varian terbaru tersebut telah dikirimkan dari 100 alamat IP individu untuk semakin memperluas korban pengguna Internet. Sementara Twitter menyebutkan bahwa pihaknya sudah mematikan account apapun yang digunakan untuk mengirim tweet penuh infeksi virus tersebut.

Twitter kini juga ikut bekerja sama dengan situs jejaring sosial lainnya, seperti Facebook, Myspace, Bebo, Tagged dan Netlog, untuk memerangi penyebaran worm Koobface tersebut. Data dari Kaspersky menunjukkan bahwa virus Koobface yang disebarkan ke berbagai situs jejaring social memiliki 10 kali lipat lebih beresiko dan berbahaya sejak tidak adanya element kepercayaan yang kuat antar user. Beberapa spekulasi menunjukkan bahwa varian Koobface terbaru itu berkaitan dengan serangan Twitter yang dilancarkan dari DDoS, namun belum ada bukti hingga sekarang.

Kamis, September 24, 2009

Asmirandah Lebaran Tanpa Sinetron

Karena tidak ada syuting sinetron seri yang harus dijalaninya dalam bulan Ramadan lalu dan Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah, yang jatuh pada Minggu (20/9), Asmirandah Zantman bisa menyiapkan dan merayakan Lebaran dengan leluasa bersama keluarga dan kerabatnya.

"Ramadan dan Lebaran tahun ini aku enggak menerima tawaran main sinetron. Aku ingin Lebaran bersama keluarga," ungkap pemain sinetron yang baru mencicipi industri musik rekaman ini. "Lebaran lalu aku syuting sinetron. Jadi, Lebaran sekarang khusus buat keluarga," sambungnya.

Menyiapkan perayaan Idul Fitri kali ini, seperti yang sudah-sudah, Asmirandah memasak kue sendiri.

"Aku buat kue sendiri dan mengosongkan waktu satu hari khusus buat kue. Kebetulan aku jago masak. Biasanya, kalau enggak bisa, aku nyontek resep makanan," cerita gadis yang belajar masak sejak kelas 4 SD ini.

Untuk bersilaturahim dengan para kerabat dekat mereka, Asmirandah dan keluarganya, yang tinggal di Depok (Jawa Barat), tidak perlu mudik jauh-jauh. Rumah nenek Asmirandah dan para kerabat dekat lainnya juga berkediaman di Depok.

"Aku enggak perlu mudik karena semua tinggal di Depok, jadi enggak perlu repot-repot untuk pulang kampung," tuturnya. "Cukup jalan kaki karena rumah semuanya di Depok dan saling berdekatan," tambahnya. (Warta-Kota)

Sabtu, September 19, 2009

Nurdin M Top Akhirnya Mati Beneran

(18 September 2009 - Pukul 05:47)

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah ini mungkin tepat menggambarkan sepak terjang gembong teroris Noordin M Top (41).

Setelah sembilan tahun diburu, akhirnya Noordin berhasil ditumpas oleh Detasemen Khusus 88 Mabes Polri dalam sebuah penyergapan selama sembilan jam di Kampung Kepuh Sari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Penyergapan berlangsung berlangsung sejak Rabu (16/9) tengah malam. Berikut ini adalah sepuluh fakta tentang gembong teroris paling dicari di Asia Tenggara ini:

1. Noordin, lahir 11 Agustus 1968, merupakan warga negara Malaysia yang menyelundup masuk ke Indonesia melalui Riau pada awal tahun 2002. Sebelum ke Indonesia, sejak tahun 1995 Noordin terlebih dahulu aktif di Pondok Pesantren Luqmanul Hakiem yang berafiliasi pada jaringan Jemaah Islamiyah. Di ponpes yang pada puncaknya pernah memiliki 350 santri tersebut, Noordin sempat dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah.

2. Tidak saja dikenal sebagai ahli perakit bom, jebolan Universiti Teknologi Malaysia ini juga memiliki reputasi dalam merekrut "calon pengantin" atau pelaku bom bunuh diri.

3. Noordin dipercaya bertanggung jawab atas empat bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia, seperti Bom JW Marriott pada tahun 2003, Bom Kedutaan Besar Australia pada tahun 2004, tiga restoran padat warga asing di Denpasar, Bali, pada tahun 2005, serta Bom Mega Kuningan pada tahun 2009. Atas tindakan tersebut, lebih 200 orang tewas. Angka ini terdiri dari korban lokal maupun warga asing.

4. Ketika hengkang dari Malaysia, Noordin meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Selama buron di Indonesia, Noordin setidaknya telah menikahi dua warga Indonesia. Kedua orang tersebut adalah Munfiatun, dinikahinya pada bulan Mei 2004, dan Arina Rahmah, pada bulan September 2005.

5. Noordin dikenal sebagai gembong teroris yang licin bak belut. Pria kelahiran Johor ini setidaknya telah empat kali lolos dalam penyergapan oleh Densus 88. Pertama pada bulan November 2005 di Kota Batu, Jawa Timur. Pada penyergapan ini, Dr Azahari tewas tertembak. Kedua pada penyergapan di Wonosobo bulan April 2006. Ketiga pada penyergapan di Palembang bulan Juli 2008. Terakhir di Bekasi pada bulan Agustus 2009.

6. Noordin bersama kelompoknya diyakini pernah merencanakan penyerangan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan bulan Agustus 2009. Hal ini terungkap seiring ditemukannya sekitar setengah ton bahan peledak di Perumahan Puri Nusa Phala, Bekasi.

7. Kemampuan Noordin dalam merekrut dan merencanakan pengeboman diyakini telah terwariskan ke pengikutnya. Hal ini terbukti dengan keberadaan Ustadz Saifudin Zuhri bin Jaelani Irsyad. Saifudin Zuhri berhasil merekrut Ibrohim, penata bunga di Ritz-Carlton, dalam perencanaan peledakan bom Mega Kuningan. Mabes Polri sendiri mengungkapkan, Ibrohim memegang peranan dominan dalam perencanaan bom Mega Kuningan, di antaranya melakukan survei dan menyelundupkan bom ke dalam hotel melalui akses masuk karyawan.

8. Selama buron, Noordin lebih banyak menghabiskan waktunya di berbagai pelosok kota di Pulau Jawa, mulai dari Bandung, Cilacap, Solo, Surabaya, hingga Blitar. Pulau Jawa yang padat dan masyarakatnya yang cenderung permisif turut mendukung persembunyiannya. Noordin juga diyakini tidak pernah singgah di tempat yang pernah ditinggalinya.

9. Mabes Polri pernah "menghargai kepala" Noordin Rp 1 miliar.

10. Noordin tewas dalam penyergapan di Jebres, Solo, pada tanggal 16 September. Noordin tewas bersama dengan Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Ario Sudarso alias Aji. Dua orang terakhir ini merupakan orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang Mabes Polri.

(Kompas)

Selasa, September 08, 2009

Jakarta May Be Largely Protected From Indonesia's Deadly Quakes

As the hunt for those killed in last week's Indonesian earthquake continues, residents of the capital, Jakarta, are wondering if their city could be at risk for bigger, more dangerous quakes. Despite the sharp, frightening shaking that the city experienced last week, experts say massive damage is unlikely.

Indonesian geologist stands near LCD screens displaying one of the aftershocks following a 7.2-magnitude quake, at Meteorology and Geophysics Agency in Jakarta (File)
Indonesian geologist stands near LCD screens displaying one of the aftershocks following a 7.2-magnitude quake, at Meteorology and Geophysics Agency in Jakarta (File)
Jakarta has been rattled by earthquakes on numerous occasions. They may cause pulses to quicken but usually they are greeted with nervous laughter and calm evacuations.

But for some the quake on September 2 was very different. The intensity of the quake, which rocked the city for more than a minute, caught many off guard.

At least 18 people were admitted to hospitals in Jakarta, some of them with injuries sustained as they evacuated buildings. Legs were broken and one person was severely injured during stampede as panicked shoppers and office workers surged out of buildings.

But the crowded city is more fortunate than much of the country, which sits atop tectonic plates that frequently slam together to cause massive earthquakes. Indonesia's 18,000 islands are part of the Pacific Rim of Fire, which stretches from the North and South American western coasts across the Pacific. It is particularly vulnerable to earthquakes, volcanoes and tsunamis.

Jakarta itself does not sit on a geological fault line. Geologists say that means it is likely the city will only ever feel the effects of earthquakes with epicenters more than 100 miles away.

Fauzi, who goes by one name, heads the earthquake and tsunami unit of Indonesia's Meteorology and Geophysics Agency. He says it is unlikely that quakes in the capital would be catastrophic.

"The center of the earthquake is not available in Jakarta," said Fauzi. "What we have is only receiving impact from the source of the earthquake somewhere south in parts of Java."

Fauzi says many people panicked unnecessarily last week and public education campaigns are needed to teach people how to respond to earthquakes.

Jakarta requires buildings over four stories to be able to withstand magnitude 7 quakes.

Adang Surahman, an earthquake engineering expert at Indonesia's Bandung Institute of Technology, says most of Jakarta's high-rises have been built to withstand what scientists refer to as the once in 500-year quake.

"Buildings in Jakarta are built to withstand horizontal acceleration of about 10 percent of gravity and this earthquake which just happened yesterday maybe about five percent of gravity," said Surahman.

Visions of soaring high-rises crumbling may grip the imagination but Surahman says it is the smaller one and two storey dwellings that are most vulnerable in places like Indonesia.

"Majority of buildings in Indonesia are non-engineered buildings, including maybe in Jakarta," added Surahman. "Let's say one-, maybe two-story buildings are not necessarily designed properly. That is my concern."

It is in these dwellings that most Indonesians live and, when large earthquakes strike, often die.

Most of those killed in last week's earthquake died when a landslide triggered by the quake swept boulders as big as trucks across a dozen homes in the village of Cikangkareng. More than 30 people remain missing there.

The government says as many as 88,000 people have been displaced by the disaster.(VoaNews)

British Court Convicts 3 in Liquid Explosives Plot

(07/09/2009) A London court has convicted three Britons of conspiring to murder thousands of civilians in a plot that involved using liquid explosives to blow up trans-Atlantic flights.

Undated frame grab taken from video described by British prosecutors as suicide video and provided by Metropolitan police, shows Abdullah Ahmed Ali (File photo)
Undated frame grab taken from video described by British prosecutors as suicide video and provided by Metropolitan police, shows Abdullah Ahmed Ali
The court found ringleader Abdullah Ahmed Ali and co-defendants Assad Sarwar and Tanvir Hussain guilty Monday in the 2006 plot, which involved smuggling liquid explosives disguised as soft drinks on flights.

The jury acquitted four other men who had been linked to the plot, and failed to reach a verdict on the role of an eighth suspect, who had been convicted earlier on a conspiracy charge.

Prosecutors say the defendants intended to make a "violent and deadly statement" with the bombings, which would have involved flights bound to North America from London.

The foiled plot had huge ramifications for the airline industry and brought sharp new restrictions for passengers carrying liquids and gels on flights.

Many of those restrictions remain in effect today.

In an earlier trial, a jury convicted the men of a lesser charge of conspiring to murder using liquid explosives. However, the panel said it was not convinced the men intended to bring down planes. (VoaNews)

Israel Defies Washington, Approves Settlement Expansion



Israeli Defense Minister Ehud Barak (file)
Israeli Defense Minister Ehud Barak (file)
(07/09/2009) Israeli Defense Minister Ehud Barak has given official approval to the construction of 455 housing units in Jewish settlements in the Israeli-occupied West Bank. The move counters U.S. calls for a freeze on settlements. Palestinian officials are calling the decision a setback for the peace process.

Negotiations have been stalled for months, and analysts say the Israeli government's decision to expand a number of settlements appeared to be a major blow to efforts to revive them.

An Israeli Defense Ministry statement said Defense Minister Ehud Barak has authorized the construction of 455 housing units in settlement blocks. The government of Prime Minister Benjamin Netanyahu defends its policy saying the construction within existing settlements is necessary to accommodate natural growth.

A view of a construction site of a new housing development in the West Bank Jewish settlement of Maaleh Adumim, on the outskirts of Jerusalem, 06 Sep 2009
A view of a construction site of a new housing development in the West Bank Jewish settlement of Maaleh Adumim, on the outskirts of Jerusalem, 06 Sep 2009
The Palestinians have said they will not return to negotiations as long as Israeli settlement expansion continues.

Palestinian President Mahmoud Abbas' official spokesman, Nabil Abu Rudeineh, accused Israel of laying further obstacles to peace.

"We consider this a real violation for every single effort that has been exerted in the last several months," he said. "This policy is going to ruin everything. Nobody will be ready to move this issue. This is completely unacceptable."

Palestinian officials say they are looking forward to a visit in the coming days by the U.S. special envoy for the Middle East, George Mitchell. The Palestinians say they are hoping for an announcement that Washington will step up the pressure on Israel to halt construction in the settlements.

Some analysts say announcement by Israel comes as disappointment grows among both Israelis and Palestinians over Washington's approach to the conflict.

"The Israeli peace camp, as well as the Arab peace camp, is losing trust in the United States and in President Obama and what looked like a very positive and promising momentum that was started back in June in Cairo has been already lost," said Akiva Eldar, a senior political columnist at Tel Aviv's Haaretz newspaper. "Something quite dramatic has to happen in order to give people again some hope that it is not business as usual."

In his landmark speech from Cairo in June, President Obama said there can be no progress toward peace without a halt to settlement construction. Israel at the time said it hoped the speech would lead to a new era of reconciliation between Arabs and Israelis.

Nearly 300,000 Israelis live in the West Bank settlements, which are on lands captured by Israel in the 1967 Arab Israeli war.

The West Bank has never been formally annexed by the Jewish State.

Israeli proponents of the settlements say the existence of the communities is necessary for the survival of the Jewish State. They say Israeli disengagement from the area would make it easier for Palestinian militants to attack Israel like those in Gaza have been doing since Jewish settlers evacuated the Strip in 2005. (VoaNews)

Senin, September 07, 2009

Skype VoIP diincar Trojan

Kejahatan dan pencurian data atau informasi di internet semakin bervariasi metodenya. Yang terbaru adalah program jahat yang membidik sasaran pengguna layanan telepon lewat internet (VoIP), khususnya pengguna aplikasi populer, Skype.

“Peneliti Symantec telah mengobservasi adanya trojan yang mengincar pengguna Skype VoIP (Voice over IP),” kata Ronnie Ng, manager, Systems Engineering, Indonesia & Singapore, Symantec, pada keterangan pers yang VIVAnews kutip 7 September 2009.

“Trojan ini memiliki kemampuan untuk merekam telepon Skype dan mengirim pembicaraan telepon pengguna ke penyerang via file MP3,” ucap Ronnie. “Trojan bertindak sebagai penyadap telepon dan mencuri informasi dari komunikasi telepon Skype,” ucapnya.

Trojan tersebut dideteksi oleh Symantec sebagai Trojan.Peskyspy dan dapat didownload ke komputer dengan cara menipu pengguna melalui email scam atau taktik rekayasa sosial lainnya. Saat mesin telah disusupi oleh ancaman ini, Trojan ini akan menggunakan aplikasi yang menangani pemprosesan audio dalam komputer dan menyimpan data pembicaraan telepon sebagai file MP3.

File MP3 tersebtu kemudian dikirim melalui internet ke server yang telah ditentukan dan melalui server tersebut penyerang kemudian dapat mendengarkan rekaman pembicaraan.

Merekam pembicaraan telepon dalam format MP3 membuat ukuran file yang digunakan menjadi kecil, artinya data yang dikirim melalui jaringan menjadi lebih kecil. Hal ini mempercepat pengiriman dan menghindari deteksi.

“Saat ini, resiko ancaman ini sangat rendah dan Symantec tidak melihat bukti penyebaran tersebut,” ucap Ronnie. “Meskipun demikian, karena kode sumbernya saat ini yang tersedia secara luas, penulis malware dapat menambahkan fungsionalitas ini kedalam serangan yang mereka atur sendiri,” ucapnya.

Ronnie menyebutkan bahwa pengguna komputer diharapkan melakukan langkah-langkah pengamanan, meng-install dan terus meng-update software keamanan mereka, dan tidak meng-klik link pada email yang mencurigakan.

(VivaNews)

Rabu, September 02, 2009

Gempa Bumi 7,3 SR terasa di Jabodetabek dan Jawa Barat

Sekitar pukul 14.57, 2/9/2009, telah terjadi gempa bumi sekitar 1 menit sangat terasa di daerah Jabodetabek dan Jawa Barat, bahkan terasa di Bali dan Bengkulu.

Gempa ini berkekuatan 7,3 Skala Richter, titik pusat gempa terletak pada 142 km barat daya Tasikmalaya, dengan kedalaman 60 km, dan berpotensi menimbulkan Tsunami. (Perkembangan berita: tidak terjadi tsunami yang besar)

Gempa ini merobohkan Mesjid Ar-Rahman di Tasikmalaya dan memecahkan kaca-kaca di Hotel Century, Senayan, Jakarta.

Ancaman Militer China Meningkat

Kekuatan militer di antara China dan Taiwan makin tidak imbang. China makin kuat, sementara Taiwan tak bisa berkutik tanpa bantuan AS. Meski hubungan China-Taiwan mulai mesra, ancaman akan serangan dari China masih tetap ada. Apalagi mengingat China menginvestasikan jutaan dollar AS khusus untuk memperkuat militernya.


Sejumlah pengamat mengaku China gencar membeli perlengkapan senjata dari Rusia. China juga mengembangkan pesawat tempur dan misil serta membangun militer berteknologi tinggi. Bahkan, China tengah mempertimbangkan membangun kapal induk yang bisa mengangkut pesawat tempur.

Sebaliknya, militer Taiwan justru kerap terjerat sistem yang sudah tua. Persenjataan pun tidak secanggih China karena tak ada yang mau menjual senjata ke Taiwan—kecuali AS—karena takut terhadap China. Bahkan, Taiwan juga mulai mengurangi jumlah personel pasukan.

Untuk menekan ketegangan kedua pihak, Presiden Taiwan Ma Ying-jeou menggalakkan sektor perdagangan dan pariwisata. Langkah Ma ini berbeda dibandingkan dengan pendahulunya, mantan Presiden Chen Shui-bian, yang membuat China marah karena mendukung kemerdekaan bagi Taiwan.

Pakar militer Asia di Akademi Studi Internasional S Rajaratnam di Singapura, Richard Bitzinger, memperkirakan akan ada resolusi atas kedaulatan Taiwan tanpa perlu serangan militer dari China mengingat superioritas militer China dan ketergantungan ekonomi Taiwan pada China. Belum lagi makin kencangnya isolasi diplomatik atas Taiwan. ”Kemungkinan, nantinya Taiwan harus menerima tawaran reunifikasi,” kata Bitzinger.

Meski akhir-akhir ini China melunak, China tak akan membiarkan Taiwan berdiri sendiri. ”Kami menentang perjuangan kemerdekaan Taiwan, menjaga kedaulatan dan integritas China,” kata Menteri Pertahanan China Liang Guanglie, Juli lalu.

Ribuan peluru kendali

Taiwan memperkirakan China memiliki 1.000-1.500 misil (peluru kendali) yang diarahkan ke Taiwan. China juga diduga tetap memperluas kekuatan senjatanya. ”Melihat kekuatan militer China, banyak orang yang ragu Taiwan akan bisa menang perang jika mengandalkan kekuatannya sendiri,” kata Sekretaris Jenderal partai berkuasa Taiwan, Partai Nasionalis (Kuomintang/KMT), Wu Den-yih.

Kelompok peneliti kebijakan di AS, RAND Corp, memperkirakan misil balistik jarak pendek China bisa dengan mudah menghancurkan kekuatan udara Taiwan dengan menyerang landasan pesawat terbang di setiap markas militer Taiwan.

Kondisi Angkatan Laut Taiwan justru lebih parah karena Taiwan hanya memiliki empat kapal selam, dua di antaranya dibuat pada zaman Perang Dunia II. Padahal China mempunyai lebih dari 50 kapal selam. Beberapa di antaranya diduga telah dipersenjatai dengan misil balistik dengan hulu ledak nuklir.

Jika terjadi serangan dari China, AS wajib melindungi Taiwan. Hanya saja pertanyaannya kini adalah seberapa cepat AS bisa datang dan menyelamatkan Taiwan? Apakah AS juga mempunyai keberanian melawan China? Pasalnya, China bisa dengan sangat mudah menyerang markas AS di Jepang dengan misil jarak jauhnya. (Kompas)

US Would Consider A New Iranian Nuclear Proposal

(1/9/2009) The Obama administration said Tuesday it would review any new Iranian proposal on its nuclear program seriously and with mutual respect. Iran's nuclear negotiator said earlier Tehran has revised proposals and is ready to re-engage on the nuclear issue with major world powers.

The State Department says no new Iranian proposal has been conveyed to the United States or other countries that have been involved in nuclear talks with Tehran.

But U.S. officials are not dismissing the prospect of new talks with Tehran, and say a constructive Iranian response to a big-power nuclear offer earlier this year would be welcome.

Last April, the United States, along with other permanent U.N. Security Council member countries and Germany, the P5+1, offered Iran a revised package of economic and other incentives for Tehran to halt uranium enrichment and return to negotiations over its nuclear program.

The Obama administration, with backing from key European allies, has warned of tougher sanctions against Tehran if a negotiating impasse continued through end of this month.

Earlier Tuesday in Tehran, Iranian nuclear negotiator Saeed Jalili said Iran has developed a revised set of proposals on the nuclear issue and is ready to hold talks with world powers to ease common concern.

At a news briefing, State Department Spokesman Ian Kelly said no new Iranian ideas had yet been conveyed to the P5+1 but said they are ready to give any proposal serious consideration.

US State Department spokesman Ian Kelly  (File)
US State Department spokesman Ian Kelly (File)
"We would review any proposal that they give us seriously and in the spirit of mutual respect. We would welcome the Iranian government's constructive response to the P5+1, to their April 2009 invitation to meet face-to-face," he said. "Moving forward, these discussions could begin to bring Iran into compliance with its international obligations and create confidence in the exclusively-peaceful nature of its nuclear program," said Kelly.

Iran says its massive enrichment program is solely to produce fuel for civilian power plants, but U.S. officials, among others, believe Iran is trying to develop nuclear weapons.

The apparent Iranian overture for talks came as senior diplomats of the P5+1 prepared to meet Wednesday in Frankfurt on the nuclear issue. It is also expected to be a major topic on the sidelines of the U.N. General Assembly later this month in New York.

Under questioning here, spokesman Kelly said the conciliatory gesture from Tehran may well be just a maneuver by Tehran to try to diminish international support for tougher sanctions in advance of the Frankfurt meeting and New York discussions.

He said skepticism about Iranian motives was reinforced by a report last week by the International Atomic Energy Agency that Iran is continuing to expand its nuclear program and has refused to adequately account for past activity that appears weapons-related.

Kelly none the less said the P5+1 has offered Iran a path to becoming a full and respected member of the world community and said it remains to be seen if Tehran will choose that path.

On a related issue, Kelly said he has every reason to expect that Iranian President Mahmoud Ahmadinejad will be granted a visa to attend the U.N. General Assembly meetings in keeping with the United States' legal obligations as the U.N. host country.

Mr. Ahmadinejad has addressed the U.N. in each of the last several years. But there have been calls from some members of U.S. Congress to bar him this year because of the Tehran government's crackdown on crowds protesting the Iranian leader's disputed re-election in June.

(Voa-news)

Bekasi Larang Sedekah bagi Pengemis

Bekasi, 1/9 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan sedekah kepada gelandangan dan pengemis (gepeng) guna menekan pertambahan jumlah mereka menjelang Lebaran.

"Jumlah Gepeng selalu meningkat hampir tiap tahun khususnya menjelang Lebaran. Kebanyakan mereka dikoordinasikan oleh preman," ujar Sekretaris Daerah Kota Bekasi Tjandra Utama Effendi di Bekasi, Selasa (1/9).

Menurut dia, peningkatan jumlah pengemis itu terjadi karena Kota Bekasi berada di wilayah perbatasan DKI Jakarta, sehingga menjadi tempat strategis Gepeng untuk mencari rezeki.

"Buktinya, meski tidak ada data valid, namun jumlah pengemis dan anak jalan mencapai ratusan orang. Mereka kebanyakan berasal dari Brebes, Tegal, dan Indramayu," ujarnya.

Menurut Tjandra, penghasilan pengemis dan anak jalanan di Kota Bekasi dalam satu bulan rata-rata melebihi Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi sekitar Rp 1,3 juta. Ini menjadi daya tarik warga luar daerah untuk berprofesi sebagai pengemis.

"Kalau ingin memberi sedekah sebaiknya langsung ke panti asuhan atau anak yatim di lingkungan masing-masing, jangan di jalanan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, para pengemis itu sengaja jadi pengemis saat bulan Ramadhan saja setelah itu mereka pulang lagi ke kampung.

Berdasarkan pengalaman pada saat penertiban Gepeng pada tahun lalu, kata dia, sebagian besar mereka mengontrak rumah di sejumlah kawasan perkampungan.

"Biaya per bulan kontrakan mereka mulai Rp 50 ribu, hingga Rp 350 ribu per bulan. Bahkan ada sudah punya telepon seluler (ponsel), alat pemutar musik, TV, hingga DVD player di rumahnya," kata Tjandra.

Memasuki bulan Ramadan, sejumlah Gepeng di Kota Bekasi berada di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Ir H Juanda, Joyomartono, dan KH Noer Ali, biasanya tempat strategis bagi mereka adalah perempatan lampu merah dan pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Jaya (49) salah satu pengemis di perempatan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Barat, mengaku datang dari Indramayu sejak hari pertama bulan Ramadan. "Saya bersama tetangga di kampung hapir setiap bulan Ramadhan datang ke Bekasi. Uangnya ditabung untuk persiapan lebaran dan sisanya untuk makan setiap hari," katanya.

Selasa, September 01, 2009

Muhammad Jibril Resmi Jadi Tersangka

Persis tujuh hari ditahan di Markas Besar Polri, Selasa (1/9/2009), Muhammad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan resmi ditetapkan sebagai tersangka terorisme. Jibril diduga berperan sebagai pencari dana kegiatan jaringan teroris di Indonesia, termasuk peledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Juli lalu.

Jibril dilaporkan aktif mengelola arrahmah.com, situs yang menghadirkan berbagai berita internasional, termasuk rubrik khusus terkait jihad di berbagai belahan dunia. Situs yang sempat diblokir beberapa hari itu, kini sudah bisa diakses kembali meski harus mendompleng di situs lain. (Liputan6.com)