Senin, September 07, 2009

Skype VoIP diincar Trojan

Kejahatan dan pencurian data atau informasi di internet semakin bervariasi metodenya. Yang terbaru adalah program jahat yang membidik sasaran pengguna layanan telepon lewat internet (VoIP), khususnya pengguna aplikasi populer, Skype.

“Peneliti Symantec telah mengobservasi adanya trojan yang mengincar pengguna Skype VoIP (Voice over IP),” kata Ronnie Ng, manager, Systems Engineering, Indonesia & Singapore, Symantec, pada keterangan pers yang VIVAnews kutip 7 September 2009.

“Trojan ini memiliki kemampuan untuk merekam telepon Skype dan mengirim pembicaraan telepon pengguna ke penyerang via file MP3,” ucap Ronnie. “Trojan bertindak sebagai penyadap telepon dan mencuri informasi dari komunikasi telepon Skype,” ucapnya.

Trojan tersebut dideteksi oleh Symantec sebagai Trojan.Peskyspy dan dapat didownload ke komputer dengan cara menipu pengguna melalui email scam atau taktik rekayasa sosial lainnya. Saat mesin telah disusupi oleh ancaman ini, Trojan ini akan menggunakan aplikasi yang menangani pemprosesan audio dalam komputer dan menyimpan data pembicaraan telepon sebagai file MP3.

File MP3 tersebtu kemudian dikirim melalui internet ke server yang telah ditentukan dan melalui server tersebut penyerang kemudian dapat mendengarkan rekaman pembicaraan.

Merekam pembicaraan telepon dalam format MP3 membuat ukuran file yang digunakan menjadi kecil, artinya data yang dikirim melalui jaringan menjadi lebih kecil. Hal ini mempercepat pengiriman dan menghindari deteksi.

“Saat ini, resiko ancaman ini sangat rendah dan Symantec tidak melihat bukti penyebaran tersebut,” ucap Ronnie. “Meskipun demikian, karena kode sumbernya saat ini yang tersedia secara luas, penulis malware dapat menambahkan fungsionalitas ini kedalam serangan yang mereka atur sendiri,” ucapnya.

Ronnie menyebutkan bahwa pengguna komputer diharapkan melakukan langkah-langkah pengamanan, meng-install dan terus meng-update software keamanan mereka, dan tidak meng-klik link pada email yang mencurigakan.

(VivaNews)

3 komentar: