Sabtu, Agustus 22, 2009

Akhirnya pusat layanan BlackBerry diresmikan di Indonesia

Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), akhirnya secara resmi mengumumkan beroperasinya pusat layanan produknya di Indonesia.

"RIM mengonfirmasikan bahwa BlackBerry Authorized Repair Center yang didirikan di Jakarta mulai beroperasi hari ini," demikian pengumuman yang disampaikan RIM melalui surat elektronik yang diterima KONTAN, Jumat (21/8).

Namun, pengoperasian fasilitas reparasi RIM tersebut mendahulukan kebijakan pemerintah negeri ini. Sebab, kabarnya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) belum mengeluarkan keputusan terkait penilaian terhadap pusat layanan yang dibangun RIM di Indonesia.

Fasilitas reparasi RIM buah dari hasil kerja sama dengan Teleplan yang konon berada di Sunter, Jakarta Utara, itu akan melayani perbaikan untuk semua jenis smartphone BlackBerry yang bergaransi dan dijual melalui jalur-jalur resmi RIM di Indonesia.

Selain itu, RIM juga telah menunjuk beberapa BlackBerry Authorized Customer Care Centers di Indonesia yang akan berhubungan langsung dengan para pelanggan dan akan menambah beberapa pusat layanan pelanggan dalam waktu dekat.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto. Menurut Gatot, akan ada 10 gerai pusat layanan yang akan dibuka RIM dengan sejumlah operator. "Tujuh di antaranya berada di Jakarta, 2 di Surabaya, dan 1 di Bandung," beber Gatot.

Sepuluh gerai tersebut merupakan hasil kerja sama RIM dengan Telkomsel (2 gerai di Jakarta), XL (3 gerai di Jakarta dan 1 Surabaya), Axis (2 gerai di Jakarta, 1 di Surabaya, dan 1 di Bandung)

Sayangnya, Gatot enggan menjelaskan soal penilaian pusat layanan RIM tersebut. "Kami akan lakukan sidang pleno bersama anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia pekan depan untuk mengevaluasi fasilitas itu," ujar Gatot.

Gatot menyatakan, tim Depkominfo akan melakukan evaluasi terhadap kemampuan memberikan layanan total solution. "Semua perbaikan harus bisa dilakukan di tempat tersebut, demikian pula soal pengadaan spare part, juga harus bisa dipenuhi di dalam negeri," ujar Gatot. (WartaKota)

1 komentar: