Selasa, Agustus 04, 2009

Yoghurt - Memperlambat Proses Penuaan

APAKAH Anda termasuk penyuka yoghurt dan menyertakan minuman ini menjadi salah satu minuman favorit? Kalau memang seperti itu, Anda termasuk orang yang beruntung, karena yoghurt bisa mencegah penuaan dini. Dari kandungan gizinya, yoghurt mengandung kalsium dan zat besi, zat yang baik untuk mencegah keropos tulang.

The Wellness Encyclopedia (1991) menyebutkan bahwa setiap 227 gram yoghurt mengandung 275 - 400 mg kalsium, angka yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sumber kalsium yang lain. Kandungan gizi lain adalah vitamin B-komplek untuk kesehatan reproduksi, protein untuk pertumbuhan, mineral dan vitamin lain untuk menjaga dan memelihara kesehatan sel tubuh.

Bagi para penderita lactose intolerance, yoghurt dapat menjadi pengganti susu sesuai hasil Penelitian Ellie Metchnikoff (pemenang Nobel Kedokteran 1908). Hasil penelitiannya yang dilakukan di Balkan menyimpulkan bahwa ada korelasi positif antara kosumsi yoghurt dengan panjang umur.

Terbukti penduduk Balkan yang banyak mengonsumsi yoghurt mempunyai usia yang panjang (kurang lebih 87 tahun). Menurut Ellie, kebiasaan mengonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri aktif bermanfaat untuk mencegah terjadinya keracunan akibat radikal bebas (penyebab kanker) dan penuaan dini.

Yoghurt pertama kali ditemukan oleh warga Turki. Awalnya para penggembala domba menyimpan susu hasil perahannya pada kantong yang terbuat dari kulit domba. 

Setelah disimpan beberapa waktu, susu terfermentasi oleh bakteri sehingga menjadi asam, teksturnya mengental namun tidak basi. Hasil temuan inilah yang berkembang menjadi yoghurt seperti kita kenal sekarang.

Proses Pembuatan

Yoghurt adalah produk yang dibuat dengan cara mengasamkan susu dengan bakteri asam laktat. Starter yang digunakan biasanya lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophilus. Bakteri ini ditambahkan ke dalam susu yang telah dipasteurisasi. Kedua bakteri itulah yang akan memfermentasi laktosa (gula susu) menjadi asam laktat. Dalam tahap ini akah dihasilkan flavour yoghurt yang khas, cita rasanya asam dan teksturnya mengental karena koagulasi protein susu oleh asam.

Di pasaran banyak dijumpai aneka jenis yoghurt. Plain yoghurt adalah salah satunya, yoghurt ini warnanya putih dan rasanya asam. Jenis ini cocok untuk campuran aneka jenis masakan, kue, puding atau minuman, karena cita rasanya netral. Selain plain yoghurt, ada juga fruit yoghurt, jenis yang di dalamnya sudah ditambahkan sari dan potongan buah-buahan.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, pilih yoghurt tanpa bahan pengawet, pemberi rasa dan warna. Plain yoghurt adalah pilihan yang terbaik untuk sistem pencernaan. Jenis ini juga tanpa penambah bahan kimia yang berbahaya. Dalam penyimpanannya harus di suhu yang dingin karena yoghurt tinggi protein dan mengandung bakteri aktif yang mudah rusak jika disimpan pada suhu ruang.

Frozen yoghurt

Sekarang ini yoghurt dibuat menjadi seperti es krim atau yang disebut dengan frozen yoghurt. Makanan ini disajikan bersama dengan topping yang menggugah selera, seperti buah, kacang-kacangan, permen.

Seperti yang dihadirkan Red Mango, outlet yang menjual frozen yoghurt dari Amerika. Menurut Chris Wijaya, Direktur Red Mango, dewasa ini frozen yoghurt menjadi camilan favorit bagi perempuan.

"Pada dasarnya masyarakat sudah sangat memperhatikan kesehatan, jadinya mereka peduli dengan makanan yang sehat. Apalagi yoghurt ini dibuat dari susu non-fat, jadi tidak membuat badan menjadi gemuk," ujar Chris.

Selain itu, imbuhnya, yoghurt juga mengandung bakteri yang menguntungkan dan baik untuk kesehatan lambung. Sehingga sangat baik untuk pencernaan.

Variasi dari frozen yoghurt ala Red Mango ini juga cukup banyak dan yang menjadi favorit mochi berry. Terdiri dari yoghurt mix (plain dan stroberi) ditambah dengan buah lengkeng dan strawberi segar serta kue mochi. Perpaduan asam segar dan manis berbaur jadi satu.

Di Red Mango, topping yang disediakan juga beragam, mulai dari stroberi, kiwi, peach, leci, mangga, sari kelapa. Untuk topping kering, ada kacang almond, chocolate chip, biskuit coklat dan masih banyak lagi.

"Dengan pengemasan yang cantik dan cita rasa yang beda maka akan membuat orang yang tadinya tidak terlalu suka dengan yoghurt jadi menyukainya. Selama ini orang hanya mengonsumsi yoghurt dalam kemasan botol saja," kata Chris lagi. (Warta-Kota)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar