



Infonet - Photos - Videos - etc
Polri mengumumkan identitas mayat yang tewas tertembak di Temanggung, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Pria tersebut bukanlah Noordin M Top, melainkan Ibrohim alias Boim yang selama ini mengilang pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Juli lalu.
Pernyataan tersebut diungkapkan Brigjen Eddy Suparwoko, Kapusdokkes Mabes Polri, dalam konferensi pers di RS Polri Kramatjati, Rabu (12/8).
"Memang, saya ingin menceritakan sedikit khusus untuk yang di Temanggung. Jadi, kita running dan compare dengan sampel. Kita bandingkan dengan keluarga di Johor Bahru, Cilacap, tidak cocok semua," kata Eddy.
"Kita bandingkan dengan keluarga di Cilimus, yaitu dengan istri dan kedua putra-putrinya, satu perempuan dan satu laki-laki, ternyata match 100 persen. Artinya almarhum adalah Ibrohim, alias A'an di rumahnya, alias Boim di tempat kerjanya," kata Eddy.
Ibrohim, pria empat anak asal Cirebon, Jawa Barat, ini dipastikan terlibat atas pengeboman yang terjadi di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Peran Boim dalam aksi pengeboman yang menewaskan sembilan orang tersebut adalah membantu menyelundupkan bahan peledak ke dalam hotel mewah tersebut.
Dalam kesempatan itu Polri juga menayangkan sejumlah rekaman CCTV yang menggambarkan aktivitas Boim sebelum peledakan. Boim yang melakukan survei ke bagian lobi hotel. Boim juga yang menurunkan sejumlah bungkusan besar dari sebuah mobil pikap di lahan bongkar muat Hotel JW Marriott.
"Berdasarkan keterangan sopir, saat ia mau menurunkan barang, ia dilarang oleh Boim. Lalu, Boim sendiri yang mengangkat barang tersebut dan meletakkannya di kamar 1808," kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Irjen Nanan Soekarna dalam kesempatan yang sama.
"Tanggal 8, Boim survei masuk ke dalam Ritz-Carlton bersama Nana—pelaku bom bunuh diri—melalui lift karyawan. Tanggal 16, ia membawa masuk bom dan menyerahkan ke kamar 1808. Jadi, bom bukan dibawa oleh Danni waktu check in, tapi dibawa oleh Boim tanggal 16. Tas Danni memang tidak ada bom. Di depan sudah bagus, tapi ternyata di loading dock tidak bisa masuk," kata Nanan.Jenazah Ibrohim sudah dimakamkan di di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, 12 Agustus 2009. Kuburan Ibrohim berada di Blok 18 AI Unit Islam.
Pemakaman jenazah Ibrohim hanya disaksikan polisi, wartawan, para penggali kubur, dan satu dua anggota keluarga. Istri Ibrohim, Sucihani, sebenarnya ikut mengantar ke TPU. Tapi ia bertahan di mobil polisi.
"Dia syok berat. Dia tak kuat untuk mengantar suaminya ke liang lahat. Jadi dia bertahan di mobil ditemani anggota perempuan," ujar seorang polisi.
Begitu pemakaman rampung, Sucihani dibawa keluar TPU dengan mobil yang sama. Di belakangnya, terlihat mobil pengawal yang ditumpangi anggota Densus 88 yang berpakaian preman.
Sebelumnya, jenazah Ibrohim dibawa dari RS Polri Kramatjati sekitar pukul 15.30. Jenazah pria yang tewas di usianya yang ke-37 tahun itu dimasukkan ke dalam peti jenazah dan diangkut dengan mobil jenazah warna abu-abu milik polisi. Mobil tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat.
Ibrohim merupakan florist di Hotel JW Marriott dan ditengarai kuat terlibat pengeboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Ia direkrut sebagai anggota kelompok teroris Noordin M Top dan diselundupkan ke hotel sebagai pegawai outsourcing. Pembinaan terhadap Ibrohim sangat lama.
Keluarga Ibrohim tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Ibrohim yang memiliki empat anak hanya sesekali pulang ke Kuningan. (Warta-Kota)| By VOA News 29 July 2009 |
| An Indonesian man walks past by the Ritz-Carlton hotel in Jakarta, Indonesia, 29 Jul 2009 |
Hampir dua pekan setelah terjadikan ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Rabu (29/7) ini beredar pengakuan dari pihak yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peledakan yang menewaskan sembilan orang tersebut.
Di akhir surat yang beredar di internet ini tertera nama "Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah".
Inti surat ini adalah pihak ini menyatakan diri bertanggung jawab atas pengeboman Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz-Carlton, Jumat (17/7), yang menewaskan sembilan orang dan menyebabkan puluhan orang terluka. Ini pernyataan lengkapnya:
------------------------------------------
KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO'IDAH INDONESIA
ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH
DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA
Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo'idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum'at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.
Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.
"Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar". (QS. Ali Imron : 54).
Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :
1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala' (Loyalitas) dan Baro' (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCHESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala'nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini
5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia
Yang terakhir...bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.
Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : "SARIYAH JABIR"
Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia
Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top
Hafidzohullah
-------------------------------------------------
(Warta-Kota)