Get paid To Promote at any Location
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 01, 2009

Gempa Susulan 5,1 SR di Sumatera Barat

Gempa susulan berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) terjadi pada 82 kilometer Timur Laut Sipuramentawai Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (1/10) pukul 10.34.

Informasi BMKG, menyebutkan gempa berada di 1,47 Lintang Selatan-99,73 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa itu juga berada pada 89 kilometer Barat Daya Padang, 94 kilometer Barat Daya Painan, 99 Kilometer Tenggara Siberutmentawai, dan 102 Barat Daya Pariaman, Sumbar.

(Warta-Kota)

Padang Bak Kota Mati

Seusai gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat, kota Padang menjadi kota mati, Rabu (30/9).

Informasi yang diterima, arus listrik padam dan telepon terganggu, sementara banyak warga tertimpa reruntuhan bangunan. Pasar Raya dan sejumlah gedung di kota itu terbakar.

Wali Kota Padang Fauzi Bahar dan wakilnya Mahyeldi Ansharullah memantau kota sambil menenangkan warga melalui stasiun RRI.

Mereka secara bergantian memberikan informasi. Warga diminta mendatangi Kantor RRI untuk mencari informasi mengenai keluarganya. Kantor radio itu menjadi posko informasi dan siaga bencana. (Warta-Kota)

Gempa 7,0 SR di Jambi

Setelah terjadi gempa 7,6 SR di Padang, kini terjadi lagi gempa 7,0 SR di Jambi.

Sebanyak 30 rumah warga di dua desa yakni Desa Lolo dan Sungai Hangat, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, berjarak 410 Km barat Kota Jambi, rusak akibat gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter yang mengguncang daerah itu Kamis (1/10) pukul 08.52.

Laporan yang disampaikan Kabag Humas Pemkab Kerinci, Amir Syam ketika dihubungi dari Jambi, mengatakan, gempa yang terjadi Kamis pagi sangat terasa dan kuat berbadasarkan laporan warga di sana banyak rumah yang rusak, namun belum diketahui korban jiwa akibat guncangan gempatersebut.

Selain dua desa tersebut juga diperkirakan masih ada beberapa desa lainnya di Kabupaten Kerinci yang mengalami kerusakan namun pihak pemerintah daerah sampai saat ini belum bisa memastikan kerusakan rumah tersebut apakah rusak parah atau ringan.

Berdasarkan laporan warga dan pihak kepolisian setempat, selain dua desa yang rumah warganya rusak, diperkirakan rumah warga yang ada di Kecamatan Mukai Tinggi, Siulak, Kayu Aro dan Gunung Kerinci juga mengalami rusak akibat gempa itu.

Bupati dan Wakil Bupati Kerinci kini sedang bersiap untuk turun langsung ke lokasi kejadian di Desa Lolo dan Sungai Hangat guna mengetahui pasti dan melihat langsung rumah warga yang rusak serta mendata bila ada korban yang luka atau meninggal dunia.

Pemerintah Kabupaten Kerinci kini juga sedang mempersiapkan tim Satuan Tugas Bencana Alam terdiri atas 50 tenaga sukarela baik medis dan lainnya serta dibantu kepolisian setempat untuk menuju ke lokasi.

Selain itu Bupati Kerinci, Murasman juga sudah meminta kepada pihak Rumah Sakit Mayjen M Taib untuk siaga dan telah membuka tenda di halaman rumah sakit untuk menanggulangi korban gempa.

Sementara itu, Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jambi, gempa di Jambi itu berada pada koordinat 02.44 Lintang Selatan (LS) 101.59 Bujur Timur (BT), 46 kilometer tenggara Sungaipenuh dengan kedalaman 10 Km.

Guncangan gempa itu terasa cukup kuat di Bengkulu, sehingga karyawan kantor berhaburan ke luar ruangan.

(Warta-Kota)

Selasa, September 08, 2009

Jakarta May Be Largely Protected From Indonesia's Deadly Quakes

As the hunt for those killed in last week's Indonesian earthquake continues, residents of the capital, Jakarta, are wondering if their city could be at risk for bigger, more dangerous quakes. Despite the sharp, frightening shaking that the city experienced last week, experts say massive damage is unlikely.

Indonesian geologist stands near LCD screens displaying one of the aftershocks following a 7.2-magnitude quake, at Meteorology and Geophysics Agency in Jakarta (File)
Indonesian geologist stands near LCD screens displaying one of the aftershocks following a 7.2-magnitude quake, at Meteorology and Geophysics Agency in Jakarta (File)
Jakarta has been rattled by earthquakes on numerous occasions. They may cause pulses to quicken but usually they are greeted with nervous laughter and calm evacuations.

But for some the quake on September 2 was very different. The intensity of the quake, which rocked the city for more than a minute, caught many off guard.

At least 18 people were admitted to hospitals in Jakarta, some of them with injuries sustained as they evacuated buildings. Legs were broken and one person was severely injured during stampede as panicked shoppers and office workers surged out of buildings.

But the crowded city is more fortunate than much of the country, which sits atop tectonic plates that frequently slam together to cause massive earthquakes. Indonesia's 18,000 islands are part of the Pacific Rim of Fire, which stretches from the North and South American western coasts across the Pacific. It is particularly vulnerable to earthquakes, volcanoes and tsunamis.

Jakarta itself does not sit on a geological fault line. Geologists say that means it is likely the city will only ever feel the effects of earthquakes with epicenters more than 100 miles away.

Fauzi, who goes by one name, heads the earthquake and tsunami unit of Indonesia's Meteorology and Geophysics Agency. He says it is unlikely that quakes in the capital would be catastrophic.

"The center of the earthquake is not available in Jakarta," said Fauzi. "What we have is only receiving impact from the source of the earthquake somewhere south in parts of Java."

Fauzi says many people panicked unnecessarily last week and public education campaigns are needed to teach people how to respond to earthquakes.

Jakarta requires buildings over four stories to be able to withstand magnitude 7 quakes.

Adang Surahman, an earthquake engineering expert at Indonesia's Bandung Institute of Technology, says most of Jakarta's high-rises have been built to withstand what scientists refer to as the once in 500-year quake.

"Buildings in Jakarta are built to withstand horizontal acceleration of about 10 percent of gravity and this earthquake which just happened yesterday maybe about five percent of gravity," said Surahman.

Visions of soaring high-rises crumbling may grip the imagination but Surahman says it is the smaller one and two storey dwellings that are most vulnerable in places like Indonesia.

"Majority of buildings in Indonesia are non-engineered buildings, including maybe in Jakarta," added Surahman. "Let's say one-, maybe two-story buildings are not necessarily designed properly. That is my concern."

It is in these dwellings that most Indonesians live and, when large earthquakes strike, often die.

Most of those killed in last week's earthquake died when a landslide triggered by the quake swept boulders as big as trucks across a dozen homes in the village of Cikangkareng. More than 30 people remain missing there.

The government says as many as 88,000 people have been displaced by the disaster.(VoaNews)

Rabu, September 02, 2009

Gempa Bumi 7,3 SR terasa di Jabodetabek dan Jawa Barat

Sekitar pukul 14.57, 2/9/2009, telah terjadi gempa bumi sekitar 1 menit sangat terasa di daerah Jabodetabek dan Jawa Barat, bahkan terasa di Bali dan Bengkulu.

Gempa ini berkekuatan 7,3 Skala Richter, titik pusat gempa terletak pada 142 km barat daya Tasikmalaya, dengan kedalaman 60 km, dan berpotensi menimbulkan Tsunami. (Perkembangan berita: tidak terjadi tsunami yang besar)

Gempa ini merobohkan Mesjid Ar-Rahman di Tasikmalaya dan memecahkan kaca-kaca di Hotel Century, Senayan, Jakarta.

Jumat, Agustus 21, 2009

Indonesia faces a Wave of Refugees from Afghanistan

In the past 18 months, hundreds of asylum seekers from Afghanistan have flocked to Indonesia, in the hope of reaching neighboring Australia. But for many, the journey stops in Indonesia, which has not signed the international convention on refugees and does not grant them asylum. Those people are trapped, waiting for another country to accept them.


Refugees detained

Illegal migrants from Afghanistan who want to go to Australia sit on the floor as they wait for questioning at the immigration office in Cilegon, Indonesia (File)
Illegal migrants from Afghanistan who want to go to Australia sit on the floor as they wait for questioning at the immigration office in Cilegon, Indonesia
Ali made the long and dangerous journey from Afghanistan to Indonesia alone. At age 16, he has few hopes for a bright future.

"I have lost my whole family. It only remains me," he said. "I don't feel secure because my enemies are always telling me 'I will kill you'. I don't feel secure myself. 'Til now."

Life for Afghan refugees in Indonesia is tough. They are considered illegal immigrants and put in detention centers upon arrival.

Ali Ahadi says he has spent months in the Kalideres center in Jakarta, where living conditions are grim. Few visitors are allowed at the center, so over the telephone he describes an unsafe, dirty, overcrowded facility, with inadequate food.

"That's the type of place for people who are transporting opium. Put them there. But you should not put the refugees inside a jail," he said.

About 1,300 Afghan refugees are detained throughout Indonesia, in facilities that are designed to house less than 400 people. The refugees are held until they complete the lengthy process to be recognized as asylum seekers, and then are placed under the care of the United Nations.


A life away from family

Maroloan Barinbing, the spokesman for the Indonesian immigration office, acknowledges that local authorities are overwhelmed by the recent inflow of refugees. But he says the international community should deal with this problem, because the refugees only planned to transit through Indonesia on their way to another country.

Most of the asylum seekers from Afghanistan arrived less than 18 months ago. Most say they left their country because they had no choice: it was either exile or risk being killed by one side or another in the country's war.

In one of the hostels that houses refugees, three men are busy baking a thin, round bread from Afghanistan.

Abdul Hakem, a Shia Muslim, and comes from the Azara ethnic minority, says a year and a half ago, he managed to escape from a Taliban prison, and fled Afghanistan. It was the last time he had any news from his wife and their four children. He says the situation for people like him in Afghanistan is getting worse. "I think about my family every day", he says. "It drives me crazy".

Afghan displaced woman holds her child as at a camp in Kabul (File)
Afghan displaced woman holds her child as at a camp in Kabul
Abdul is not likely to see his family again for some time. His travels are not over: since Indonesia does not grant asylum, he is waiting for a third country to take him in. That could take years.

Ali Reza Noori arrived in Indonesia in 2001. For the past seven years he has had no income except for aid from U.N. agencies. He can not work and has limited freedom of movement. He can only wait. But now he does not regret the making the journey.

"I feel safe here. When I was in Afghanistan, I was always thinking 'What will happen to me?', you know? Actually, I've been very disappointed and also hopeless during these seven years. But I've just been accepted as a refugee, three or four months ago," he said. "And that's a hope for me to get to Australia someday, to continue my real life in there."

Ali says he does not want to imagine what his life will be like once he reaches Australia. He could not bear being disappointed again. It might still be months before he boards a plane, settles somewhere, gets a job, makes plans for the future. He is 25, and his adult life has yet to begin.


(Voa-news#20 August 2009)

Sabtu, Juni 06, 2009

Indonesia - Negara Paling Murah Senyum (Berdasarkan Survei The Smiling Report 2009)




























Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%. Untuk salam, skor Indonesia sejajar Hongkong, juga 98%.

Siaran pers The Smiling Report dari AB Better Business berbasis di Swedia (8/4/2009) yang diteruskan Korfungsi Pensosbud KBRI Stockholm Dody Kusumonegoro kepada detikcom (16/5/2009) juga menyebutkan bahwa skor terbaik ucapan salam ini terutama ditemukan dalam pelayanan pemerintah (94%), sedangkan business to business (B2B) cuma 70%.

Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%.

Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika: skor murah senyum 62% dan salam 51%.

Selasa, April 28, 2009

Mau Jadi Penyanyi/Band Terkenal? Bawa Demo Lagu Pop Anda ke PT. Universal Music Indonesia

Universal Music Indonesia adalah salah satu major label yang disegani di industri musik tanah air. Banyak penyanyi berhasil dicetak oleh label yang satu ini. Sebut saja beberapa nama beken: Samsons, Aura Kasih, dan Dewi Sandra. Belum lagi pendatang baru seperti: RAN, Gruvi, Salju, Ecoutez, dan masih banyak lagi. Universal juga menangani album L.A. Indiefest yang banyak diminati pecinta musik Indonesia.

Wawan Aec (Product Manager UMI) mengatakan bahwa labelnya masih membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin eksis di dunia musik Indonesia. Jika tertarik, syaratnya mudah, tidak ada kriteria khusus, yang paling utama adalah memiliki 3 hal, yaitu:
  1. Hits, yakni memiliki lagu yang bagus.
  2. Uniqueness, Penyanyi/band harus memiliki keunikan dari segi karakter suara, look-nya dan aransemen lagunya.
  3. Star Quality, yakni bakat menjadi bintang, percaya diri yang tinggi, punya style yang kuat dan bisa menjadi Public Figure.

Mengenai 'aliran' yang dicari, musik pop masih menjadi jagoannya.

Bagi yang berminat langsung aja kirimin 'demo' dalam format audio CD (tidak menerima kaset), minimal 5 demo lagu, ditambah biografi dan diskografi atau pengalaman panggung serta album. Bagi yang memenuhi kualifikasi, akan dihubungi oleh pihak Universal.


Alamat Pengiriman Demo:

PT. Universal Music Indonesia
Prince Centre Building 14th floor - Room 1401
Jl. Jend. Sudirman Kav 3-4
Jakarta.

Senin, April 27, 2009

Jusuf Kalla Gagal Memimpin Golkar?

Meski perhitungan pileg belum rampung, vonis sudah dijatuhkan. Jusuf Kalla dianggap gagal memimpin Golkar. Tak heran jika kini berhembus kencang dorongan untuk menggusurnya. Ini bagai membenarkan sinyalemen yang selama ini telah beredar.

Tapi, peluang belum sama sekali tertutup. Meski turun, perolehan suara Golkar masih cukup besar sehingga masih menempatkan partai lawas ini di tiga besar pemenang pemilu. Itu artinya, posisi Golkar masih cukup punya posisi tawar.

Karena itu, Kalla sejatinya bisa tetap melanjutkan wacananya untuk membangun aliansi sendiri untuk mengimbangi "Blok S" ataupun "Blok M". Pilihan lainnya, Kalla bisa bergandengan tangan dengan Megawati. Tapi, sejatinya, kembali ke pelukan SBY juga tetap opsi yang sangat menarik.

Jika Anda jadi Kalla, jalan mana yang akan Anda pilih?

Sabtu, April 25, 2009

'Eastern Promise' - Gabungan Cafe, Bar, dan Resto.





Satu lagi buat JazzLovers!


Buat anda yang senang menikmati hiburan malam khususnya musik Jazz, kini telah hadir sebuah tempat baru di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Tepatnya berada di Kemang Raya No. 5, Eastern Promise yang merupakan gabungan Bar, Resto sekaligus Cafe dibagian halaman belakangnya menyajikan Jazz saban Rabu malam.

Seperti pada Rabu (04/07/2009) lalu saat Edy Syakhroni (drums), Donny Sundjojo (acoustic bass), Eka (vocals) dan Nanda (Gitar) menyajikan reportoar jazz yang beragam mulai dari Mainstream hingga Fusion.

Yang menarik, Sajian Jazz di Eastern Promise memberikan kesempatan buat anda yang tertarik untuk berjam-session.

Saat Edy Syakroni mengundang sejumlah musisi yang tampak hadir malam itu secara spontan untuk ngejam. Mereka yang tampil antara lain Kevin Wahl (trumpet) membawakan 'Milestone'.

Kesempatan berikutnya bergabung Joey Marantika, Iwang Noorsaid dan Krisna Siregar spontan memainkan keyboard secara bersamaan dan saling 'berbalas pantun' dengan Edy pada drumnya. Sebuah kejutan disajikan saat Bertha yang turut hadir malam itu dan menyanyikan lagu 'Body and Soul'. Suasana makin malam makin meriah dan acara berakhir sekitar pukul 11.00 malam.

So, pengen punya kesempatan ngejam dengan musisi-musisi jazz professional?, silakan datang ke Eastern Promise setiap Rabu malam mulai pukul 20.00. Anda bisa membawa instrumen sendiri selain drums dan piano.

Oh ya, untuk masuk ke Eastern Promise, tidak dipungut biaya sama sekali.

Selasa, April 21, 2009

Anda Mau Menolong Penderita Penyakit Lupus ini?!

Penderita Lupus di bawah ini bernama sdri. Vonny, gejala-gejala mulai terkena penyakit ini sejak bulan Oktober 2008. Mula-mula, dia merasakan demam dan pegal-pegal di seluruh badannya, karena dia sangka cuma pegal-pegal biasa lalu dia minum obat antibiotik, jamu, obat cacing dan dilanjutkan dengan obat rematik, tapi ternyata tak sembuh-sembuh juga. Setelah itu pada tanggal 1 januari 2009 dia sempat opnaam 2 kali di rumah sakit Budi Lestari Bekasi, dari pihak rumah sakit itu menyatakan bahwa dia terkena tifus. Namun karena keadaannya tidak membaik juga, malah makin parah, karena timbul gejala-gejala seperti sariawan yang sangat banyak di seluruh mulutnya, rambut mulai rontok, tulang-tulang di sekujur tubuh terasa sangat sakit sehingga tidak bisa tidur nyenyak, akhirnya kami membawanya ke rumah sakit PGI Cikini, dan di situlah baru kemudian ketahuan bahwa dia terkena penyakit Lupus. Gejala yang bertambah selama opnaam di rumah sakit PGI Cikini adalah sakit kepala dan berat badannya merosot secara drastis, dari berat mula-mula 60 kg menjadi 43 kg saja.

Sampai saat ini keadaannya mulai membaik namun belum kembali dalam kondisi yang sehat seperti sediakala. Dan dia masih sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua karena biaya pemulihannya yang besar dan berkelanjutan.

Jika Anda tersentuh hati untuk menolong atau meringankan beban saudari kita ini, Anda bisa salurkan bantuan Anda ke Bank BCA cabang Grandmall Bekasi, nomor rekening BCA: 6630-245-531, a/n Peter (nama saya, saudaranya). Konfirmasi bantuan: sms ke phone.0882-1053-2462.