Senin, Juni 08, 2009

Survei Blogger Indonesia 2009

Salah satu hal menarik dari perhelatan FreSh Mei’09 kemarin adalah rilis resmi Survei Blogger Indonesia, riset tentang karakteristik blogger Indonesia, yang dibuat oleh IndoPacific Edelman dibantu oleh komunitas Blogfam. Penelitian ini dilakukan secara daring dan diikuti oleh 219 blogger yang berusia 26-30 tahun (30%), 36-40 tahun (23%), 31-35 tahun (20%), lebih dari 41 tahun (15%) dan 21-25 tahun (11%).

Kesimpulan:
  • Ternyata tidak banyak blogger yang memikirkan sisi bisnis dari blognya. Mereka benar-benar memanfaatkan blog sebagai media berbagi pengetahuan, pengalaman, pemikiran, dan sedikit sekali yang memikirkan untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Fakta ini menarik karena blog masih dimanfaatkan sebagai media sesungguhnya, dan bukan untuk mencari pendapatan belaka.
  • Blogger laki-laki (seperti diduga) banyak membahas topik teknologi di blognya, sementara blogger perempuan lebih banyak membahas topik-topik ringan, seperti hiburan, jalan-jalan, dan keseharian. Blogger laki-laki juga cenderung mengamati traffic kunjungan ke blognya, sementara perempuan tak terlalu peduli dengan traffic.
  • Intensitas menulis blog ternyata menurun setelah 2 tahun. Sesuatu yang wajar terjadi karena kejenuhan atau semakin kehabisan bahan menulis. Bisa jadi ini terjadi pula pada blogger yang tidak merasa mendapatkan manfaat, seperti: sedikitnya traffic dan komentar, atau tidak ada dampak positif dari upayanya menulis blog (seperti penghasilan tambahan, misalnya). Atau hal ini bisa saja terjadi seiring dengan semakin dewasanya blogger. Saat dulu pertama kali ia menulis, ia belum disibukkan oleh karir dan keluarga. Di tahun-tahun berikutnya saat karir dan keluarga menjadi prioritas, menulis blog lalu tidak lagi bisa seintensif dulu.
  • Media daring cukup dianggap sebagai sumber informasi terpercaya. Koran menduduki peringkat tertinggi, diikuti portal berita, televisi, lalu blog dan forum. Blog menduduki peringkat kedua sumber berita terpercaya di ranah daring. Hal ini bisa jadi karena blog ditulis secara subjektif oleh individu. Faktor subjektivitas ini yang membuatnya lebih dipercaya karena blog bebas dari pengaruh apapun.

Ini memang masih penelitian awal. Respondennya pun hanya sekitar 200 orang, jauh dari populasi blogger Indonesia. Masih mungkin terjadi margin galat. Namun setidaknya ini bisa memberikan gambaran awal karakteristik blogger Indonesia saat ini. Studi lebih lanjut memang masih perlu dilakukan untuk memperdalam penelitian ini lebih dalam.

(Media-ide.bajingloncat.com)

1 komentar: