Sabtu, Mei 23, 2009

2 Milyar Populasi Dunia Berpotensi terkena Flu Babi (Virus H1N1)

Kepala Bagian Flu WHO Keiji Fukuda mengatakan catatan sejarah pandemik flu mengindikasikan sepertiga populasi dunia terinfeksi wabah-wabah semacam ini. Para ahli independen pun sepakat dengan perkiraan itu.

“Jika kita memasuki pandemik, perkiraan kami adalah bahwa kita akan menyaksikan jumlah yang sangat besar orang-orang terinfeksi di seluruh dunia,” kata Fukuda. “Jika Anda melihat pandemik-pandemik di masa lalu, masuk akal untuk mengatakan kemungkinan sepertiga populasi dunia akan terinfeksi virus ini.”


Dengan jumlah total populasi lebih dari 6 miliar, ini berarti yang akan terinfeksi sebesar 2 miliar, katanya. Namun, ia menambahkan bahwa dunia berubah sejak pandemik generasi sebelumnya, dan para ahli sulit meramalkan apakah dampaknya akan lebih besar atau lebih kecil.


“Kami benar-benar tidak tahu,” kata Fukuda. “Ini adalah sebuah tolok ukur dari masa lalu. Tolong tidak menerjemahkannya sebagai prediksi untuk masa depan.”

Chris Smith, di bagian ahli virologi flu, Cambridge University, Inggris, mengatakan perkiraan 2 miliar adalah mungkin.

“Ini tidak terdengar terlalu aneh bagi saya karena alasan sederhana bahwa ini adalah virus yang sangat menular,” kata Smith kepada The Associated Press.

“Anda berbicara tentang sebuah virus yang tak seorang pun dalam populasi ini melihat sebelumnya dan oleh karena itu setiap orang sangat rentan terinfeksi. Itu pula sebabnya kemungkinan orang tertular sangat besar begitu virus ini menyebar. Dan sejak mayoritas populasi dunia mengadakan kontak satu sama lainnya, Anda akan mungkin tertular.”

Meksiko mengonfirmasikan dua lagi kematian, hingga totalnya 44 orang sementara 1160 orang sakit, naik 90 orang dari Rabu. Meski begitu, Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova bersikeras epidemik itu mulai menurun di Meksiko.


(Sinar Harapan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar