Rabu, April 22, 2009

Lemak Omega-3 Tingkatkan Kesehatan Mental Saat Manopause

Perempuan yang sedang menghadapi menopause dapat mengalami serangkaian gejala penurunan kesehatan, baik secara psikologis (seperti, kegelisahan atau depresi) maupun secara fisik (kepanasan dan berkeringat di malam hari). Pengobatan medis konvensional bagi perempuan menopause dipusatkan pada terapi penggantian hormon (hormone replacement therapy atau HRT).


Meskipun demikian, memperhatikan keamanan HRT (misalnya, yang berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker payudara) dan keragu-raguan terhadap seberapa efektifnya HRT dalam mengatasi gejala-gejala menopause telah membawa banyak perempuan untuk mencari pengobatan alternatif.

Satu jenis pengobatan medis populer yang ditawarkan bagi perempuan menopause adalah pengobatan herbal. Sangat sedikit tanaman obat yang direkomendasikan untuk mengurangi gejala-gejala kesehatan yang ditimbulkan oleh menopause, di antaranya adalah black cohosh dan St. John’s wort (sejenis tanaman liar mirip semak yang selalu hijau sepanjang tahun). Ada bukti yang mendukung bila St. John’s wort (Hypericum perforatum) adalah obat antidepresi, dan black cohosh telah menunjukkan kesuksesannya dalam mengobati gejala menopause.

Satu strategi pengobatan lain yang mungkin memiliki nilai penting dalam penanganan fase menopause adalah penggunaan lemak omega-3 semacam eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang dapat ditemukan dalam lemak ikan.

Lemak omega-3 nampaknya memiliki beberapa kemampuan untuk mengurangi risiko kondisi kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke, resiko-resiko yang umumnya meningkat setelah menopause.

Lemak omega-3 nampaknya juga memiliki kekuatan untuk melindungi depresi dan bahkan mungkin dapat membantu penanganan dalam kondisi ini.

Dalam suatu studi yang dipublikasikan pada edisi terbaru American Journal of Clinical Nutrition, 120 perempuan menopause yang mengalami “kesulitan psikologis” ditangani dengan lemak omega-3 atau placebo (menggunakan minyak biji matahari) selama 8 minggu [1]. Perempuan yang mengonsumsi lemak omega-3 diberi 1.05 g EPA dan 0.15 g DHA setiap hari.

Beberapa perempuan dalam studi ini menderita depresi yang sangat parah untuk didiagnosa sebagai “tahap depresi utama”. Dibandingkan dengan placebo, individu dalam kelompok ini nampaknya tidak menunjukkan perubahan yang berarti setelah mereka mengonsumsi lemak omega-3 selama delapan minggu pengobatan.

Namun demikian, ketika hasil dari perempuan lainnya dianalisa, pengobatan omega-3 dikaitkan dengan kenaikan secara signifikan atas kondisi kesejahteraan psikologis dan penurunan gejala depresi. Hasil ini menunjukkan bahwa suplemen omega-3 mungkin bermanfaat untuk meningkatkan faktor kesejahteraan psikologis bagi perempuan menopause.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar